Business News

Business News | JUNE 30, 2019

Bisnis Logistik Yang Mulai Meroket Semakin Dilirik

Laporan Jones Lang LaSalle bertajuk Southeast Asia Industrial menyebutkan bahwa Indonesia siap mengalami pertumbuhan pada sektor industri. Hal itu disebabkan oleh tren domestik yang kuat dari sektor dagang-el (e-commerce), pertumbuhan perdagangan intraregional, dan peningkatan efisiensi logistik yang melaju pesat.

Berdasarkan Indeks Kinerja Logistik Bank Dunia, kinerja logistik Indonesia telah meningkat sangat pesat dalam 3 tahun terakhir. Tahun ini, Indonesia mencapai peringkat ke-46 secara global dibandingkan dengan 2016 yang masih berada di peringkat ke-63. Hal ini dibuktikan oleh beberapa perusahaan dagang-el Indonesia yang mulai mengembangkan usahanya di fasilitas yang lebih modern. Contoh seperti Lazada, yang merupakan salah satu dagang-el besar di Indonesia yang memperluas fasilitas build-to-suit mereka menjadi 77.000 meter persegi dari 30.000 meter persegi.

Dikutip dari website katadata, CEO Lion Parcel Farian Kirana juga menyatakan bisnis logistik yang dikembangkan perusahaannya didorong perubahan perilaku konsumen yang beralih dari belanja di toko offline ke online atau pun marketplace. "Secara volume juga kami lihat kompetisi tiga tahun lalu dengan kompetisi sekarang sudah beda jauh. Karena memang e-commerce adalah peluang pasar yang besar," kata Farian.

Saat ini total volume pengiriman barang Lion Parcel sebagian besar berasal dari ritel sebesar 60%, korporasi 30% dan e-commerce 10%. Farian memperkirakan pertumbuhan logistik dari e-commerce akan semakin besar, yaitu diperkirakan hingga 40% untuk e-commerce. Menurut laporan Jones Lang LaSalle (JLL), pada 2020 hingga 2025, populasi perkotaan di Asia Tenggara diperkirakan tumbuh 2 persen per tahun, dengan tingkat pertumbuhan tercepat berada di Vietnam (3,50 persen) dan Indonesia (3,10 persen). Selain itu, populasi berpenghasilan menengah saat ini di Asia Tenggara diperkirakan tumbuh 6 persen per tahun selama 5 tahun ke depan dan Indonesia diprediksi menyumbang sekitar 3/4 dari peningkatan itu.

James Taylor, Head of Research JLL Indonesia, mengatakan bahwa saat ini gudang menjadi semakin canggih berkat permintaan pengguna dan investor yang terus mencari kesempatan untuk pengembangan, kerja sama operasional atau peluang akuisisi untuk memasuki pasar.Bahkan startup di bidang e-commerce Tokopedia disebut-sebut berinvestasi di dua perusahaan logistik. Namun, salah satu unicorn nasional ini tidak merinci nilai maupun perusahaan logistik yang diberi pendanaan. Vice President of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak mengatakan, perusahaannya memang tengah fokus meningkatkan layanan pengiriman barang, terutama bagi para mitra penjualnya.

Jalur Khusus Untuk Tekan Biaya Logistik Kritik terhadap mahalnya biaya logistik sebelumnya pernah dilontarkan ekonom dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Esther Sri Astuti. Ia mengatakan pemerintah semestinya memperbaiki manajemen logistik untuk menjaga stabilitas harga. Manajemen itu salah satunya meliputi lamanya masa pengiriman barang yang berdampak pada panjangnya rantai distribusi.

Sementara itu pengamat transportasi dari Universitas Indonesia, Ellen Tangkudung, menilai, tingginya biaya logistik menyebabkan harga komoditas turut melonjak. Ellen mencontohkan, wujud nyata mahalnya biaya pengiriman logistik adalah perbandingan harga jeruk Cina dan Medan di pasar. Lantaran ongkos antar yang tinggi, jeruk asli Medan acap kalah murah dengan jeruk asal Negeri Tirai Bambu.

Berdasarkan data yang ia paparkan kala itu, biaya logistik Indonesia saat ini terhitung paling tinggi di Asia. Biaya logistik mencapai hampir 25 persen dari pendapatan domestik bruto atau PDB. Sedangkan di negara lain, seperti Cina, biaya logistik tercatat kurang dari 15 persen dari PDB. Kabar baiknya, pemerintah terus berupaya membuat jalur khusus untuk angkutan barang yang melintas di ruas tol Jakarta hingga Karawang guna menekan biaya pengiriman logistik. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan pihaknya tengah mengusulkan rencana jalur khusus tersebut ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Menurutnya, selama ini pengiriman menggunakan tol membuat pengirimn terhambat sehingga menyebabkan biaya logistik jadi tinggi.

sumber:
https://ekonomi.bisnis.com/read/20190715/98/1124423/kinerja-logistik-meningkat-industri-logistik-siap-bertumbuh
https://katadata.co.id/berita/2019/07/30/tokopedia-dikabarkan-investasi-di-dua-perusahaan-logistik
https://katadata.co.id/berita/2019/08/10/kisah-pelaku-umkm-raih-omzet-ratusan-juta-lewat-bisnis-agen-logistik
https://bisnis.tempo.co/read/1226042/tekan-biaya-logistik-kendaraan-barang-akan-lewat-jalur-khusus/full&view=ok

0 Comments in this topic

Leave Comment