PSAK Update

PSAK Update | JUNE 30, 2019

Siap-Siap, Tahun 2020 Akan Mulai Penerapan PSAK Baru

Sejak resmi dikeluarkan pada 2017 lalu, implementasi atas tiga pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) baru yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) akan mulai berlaku efektif pada awal 2020 mendatang. Tiga PSAK yang dimaksud terdiri dari PSAK 71 yang menggantikan PSAK 50, 55 dan 60, kemudian PSAK 23 dan 34 yang akan digantikan oleh PSAK 72, selanjutnya PSAK 73 yang menggantikan PSAK 30.

Ketiga PSAK baru tersebut mengadopsi tiga Standar Pelaporan Keuangan Internasional (International Financial Reporting Standards (IFRS) diantaranya PSAK 71 Instrumen Keuangan yang mengadopsi IFRS 9, berlaku efektif mulai 1 Januari 2020. PSAK 72 merupakan Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan yang mengadopsi IFRS 15, berlaku efektif mulai 1 Januari 2020. Terakhir, PSAK 73 Sewa yang mengadopsi IFRS 16, juga berlaku efektif 1 Januari 2020. Ketiga standar tersebut harus diimplementasikan oleh seluruh perusahaan di Indonesia yang menerapkan PSAK.

Anggota Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia (DPN-IAI) Rosita Uli Sinaga menjelaskan IFRS 15 akan mengubah secara signifikan kapan perusahaan mengakui pendapatan, pengukuran pendapatannya termasuk bagaimana penyajian dan pengungkapannya di laporan keuangan.Sementara IFRS 9 akan mengubah metode perhitungan cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan. Industri yang sangat terdampak adalah Perbankan dan perusahaan pembiayaan. Akan tetapi IFRS 9 ini juga berdampak signifikan buat perusahaan di luar industri keuangan yang mempunyai Piutang lebih dari setahun.

IFRS 16 mengubah secara signifkan pencatatan transaksi sewa dari sisi pihak penyewa (lessee). Pada dasarnya lessee akan memperlakukan transaksi sewa sebagai Finance Lease, sehingga harus mencatat aset dan liabilitas di neracanya. Hal yang menjadi tantangan penerapan IFRS 16 adalah mengumpulkan seluruh kontrak yang mengandung sewa karena biasanya transaksi sewa tidak dilakukan secara terpusat.

Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo, mengatakan adopsi IFRS tersebut merupakan bagian dari penyesuaian SAK dalam negeri terhadap international based practices. Untuk mendorong keberhasilan implementasinya, Ia menyebut terdapat tiga pihak yang akan memainkan peranan penting, yaitu entitas manajemen, Auditor dan stakeholders. Entitas manajemen, disebutnya memainkan peranan penting dalam menyusun, menyajikan hingga mempertanggungjawabkan laporan keuangannya sesuai dengan PSAK baru ketika akan dilakukan audit.

Umumnya, Ia mengungkapkan bahwa manajemen kerapkali hanya melaporkan hal-hal yang baik saja dari kondisi perusahaan, sementara bagian tidak baiknya tidak dilaporkan. Disitu, auditor harus betul-betul bisa memberikan asuransi atas opini yang diberikannya terhadap laporan keuangan emiten kepada stakeholder, agar stakeholder tidak salah dalam mengambil keputusan.

Masalahnya, bila PSAK baru ini tak tersosialisasikan dengan baik, Ia mengkhawatirkan perusahaan-perusahaan kecil, khususnya di daerah akan mengalami kesulitan. Sehingga dampak besar terjadinya ‘Tsunami Akuntansi’ yang dikhawatirkan atas implementasi serentak 3 PSAK baru ini bisa sangat mungkin terjadi, terlebih bila terdapat kekeliruan interpretasi oleh auditor di lapangan.

Untuk menyamakan pemahaman antar auditor tersebut, Ia menyebut Kemenkeu telah memfasilitasi adanya Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (P2PK) yang bertugas membina para auditor agar betul-betul mumpuni dan mengetahui betul implementasi PSAK baru tersebut. Bahkan untuk Dirjen Pajak (DJP), juga ditegaskan Mardiasmo harus juga memahami efek PSAK baru itu terkait pelaporan perpajakan emiten.

Lebih lanjut, menurutnya perhitungan laba akuntansi yang telah disesuaikan dengan PSAK untuk ditarik menjadi laba kena pajak perlu dilakukan rekonsiliasi. Ia juga menghimbau agar akuntan pajak dengan DSAK perlu membicarakan dan meneliti kembali pengaruh penerapan PSAK ini terhadap aspek perpajakan. Yang penting, katanya, masyarakat pembayar pajak harus tau akan dampak PSAK baru ini, sehingga ada kepastian bagi masyarakat dunia usaha.      
Sumber:
https://www.hukumonline.com/berita/baca/lt5cd564a9c16d8/ingat-2020-mulai-berlaku-standar-akuntansi-baru-psak-71-72-dan-73/
https://www.medcom.id/ekonomi/mikro/VNxqPAyb-penerapan-psak-baru-akan-memengaruhi-laporan-keuangan-emiten

0 Comments in this topic

Leave Comment